Penggunaan Alat Kontrasepsi Keluarga Berencana pada Masyarakat Pesisir di Desa Klidang Lor Kabupaten Batang

Penulis

  • Widyaningtyas Widyaningtyas Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang
  • Utsman Utsman Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang
  • Muarifuddin Muarifuddin Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.180685/lej.v1i2.22

Kata Kunci:

alat kontrasepsi, keluarga berencana, masyarakat pesisir

Abstrak

Pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin meningkat. Kondisi tersebut menyebabkan pemerintah menjalankan upaya berupa program keluarga berencana untuk mengendalikan penduduk. Data spesifik KB desa Kidung Lor sebagai tempat penelitian terdapat 86 % PUS wanita menjadi akseptor KB MOW. Rumusan masalah dalam penelitian meliputi (1) Bagaimana penggunaan alat kontrasepsi keluarga berencana (ALKON KB) pada masyarakat pesisir di Desa Klidang Lor Kabupaten Batang? (2) Bagaimana faktor – faktor yang dapat mendorong dan menghambat dalam penggunaan alat kontrasepsi keluarga berencana (ALKON KB) pada masyarakat pesisir di Desa Klidang Lor Kabupaten Batang?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penggunaan alat kontrasepsi keluarga berencana (ALKON KB) pada masyarakat pesisir di Desa Klidang Lor Kabupaten Batang dan faktor – faktor yang dapat mendorong dan menghambat dalam penggunaan alat kontrasepsi keluarga berencana (ALKON KB) pada masyarakat pesisir di Desa Klidang Lor Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Klidang Lor kabupaten Batang,dan dokumentasi.Subjek penelitian 1 Ketua PLKB, 1  Ketua PPPKBD, dan 3 pasangan usia subur sebagai informan. Keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data: reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: penggunaan alat kontrasepsi keluarga berencana (ALKON KB) pada masyarakat pesisir di Desa Klidang Lor Kabupaten Batang, rata –rata akseptor KB pasangan usia subur menggunakan MOW. Faktor pendukung dan penghambat dalam program ini yaitu didukung dari segi ekonomi, kesehatan, keluarga dan kesadaran diri yang bagus. Selain itu, terdapat faktor penghambat terdiri dari ketakutan PUS, kecemasan, dan minimnya fasilitas ber KB. Simpulan dalam penelitian ini yaitu penggunaan alat kontrasepsi keluarga berencana (ALKON KB) pada masyarakat pesisir di Desa Klidang Lor Kabupaten Batang sudah berjalan dengan baik dengan tingkat keberhasilan KB sebanyak 58 jiwa. Rata-rata usia PUS yang mengikuti KB yaitu 37,2 tahun. Begitu halnya dalam pencapaian peserta KB baru MOW sebanyak 7 terdapat 6 (86%) merupakan MOW dengan biaya mandiri. Saran Memberikan penyuluhan atau sosialisasi tentang tujuan KB yang sebenarnya bukan hanya tentang mengatur tahun kelahiran namun untuk menurunkan tingkat pertumbuhan penduduk kepada masyarakat pesisir  di Desa Klidang Lor Kabupaten Batang.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Anggraeni, Yetti..2012. Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Rohima Press

Dahuri, dan Raharjo. 2001. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta: PT. Pradnya Paramita

Habumuremyi, Pierre, Zenawi, Meles. 2012. Making Family Planning A National Development Priority. Journal The Lancet. Vol. 380, Iss. 9837 : 78-80.

Irianto, Kos. 2014. Pelayanan Keluarga Berencana. Bandung: Alfabeta.

Kohan, Shahnaz, Simbar, Masoumeh, Taleghani, Fariba. (2012). Empowerment In Family Planning As Viewed By Iranian Women: A Qualitative Study. Journal Of Biosocial Science. Vol.44 Iss. 2 : 209-19.

Kurniawan dkk. (2014). Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Ketidakikutsertaan Pasangan Usia Subur (PUS) Dalam Program Keluarga Berencana di Kecamatan Pujud Kabupaten Rokan Hilir. Jurnal OnlineMahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Volume 1 Nomor 2, Hal 1-15

Mubarak, dan Chayatin, N., 2009. Ilmu Kesehatan Masyarakat Teori dan

Aplikasi. Jakarta : Salemba Medika.

Nainggolan, Novrilia. 2013. Dampak Sosialisasi Program Keluarga Berencana Dalam Pengambilan Keputusan Keluarga Untuk menggunakan kontrasepsi di Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda. Jurnal unmul. Volume 1 nomer 2, Hal 1-5.

Sari, Purnama Dewi. 2016. “Hubungan Karakteristik Akseptor dengan Pemilihan Kontrasepsi MOW Di Dusun Tekhelan Desa Batur Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang”. Hlm 12-13. Semarang. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudi Waluyo. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Volume 1 Nomor 2, Hal 5-10.

Satria, Arif. 2015. Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Sudjana, Djudju. 2006. Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-10-31

Cara Mengutip

Widyaningtyas, W., Utsman, U., & Muarifuddin, M. (2021). Penggunaan Alat Kontrasepsi Keluarga Berencana pada Masyarakat Pesisir di Desa Klidang Lor Kabupaten Batang. Lifelong Education Journal, 1(2), 96–101. https://doi.org/10.180685/lej.v1i2.22

Terbitan

Bagian

Artikel