Model Penyelenggaraan Keaksaraan Dasar Melalui Pelibatan Tokoh Agama

Penulis

  • Ilmar Andi Achmad Universitas Muhammadiyah Bulukumba Fakultas Ilmu Pendidikan Prodi PNF
  • Muhammad Athar Asmas Universitas Muhammadiyah Bulukumba Fakultas Ilmu Pendidikan Prodi PNF
  • Yusril Arib Universitas Muhammadiyah Bulukumba Fakultas Ilmu Pendidikan Prodi PNF

DOI:

https://doi.org/10.180685/lej.v2i1.43

Kata Kunci:

Tokoh Agama, Model KD

Abstrak

Produk pengembangan model pendidikan keaksaraan nantinya akan digunakan oleh tutor yang merupakan tokoh agama kepada peserta didik untuk mengurangi angka buta aksara di wilayah Sulawesi Barat khususnya Kabupaten Mamasa berdasarkan dari data Pusat Data Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (2018), Provinsi Sulawesi Barat masuk sebagai enam Provinsi dengan persentase buta aksara tertinggi atau berada pada zona merah. Buta aksara pada usia 15-59 tahun di Provinsi Sulawesi Barat, yakni mencapai 36.124 orang  atau 4,360%.Sedangkan Kabupaten tertinggi, yakni Kabupaten Majene, sebesar 9,30%. Disusul tertinggi kedua Kabupaten Pasangkayu, 7,43%, dan tertinggi ketiga Kabupaten Mamasa, 6,37%. Sementara Kabupaten terendah, yakni Kabupaten Polman,1,57%, terendah kedua Kabupaten Mamuju, 2,68%, dan terendah ketiga Kabupaten Mamuju Tengah, untuk itu model ini sangat penting untuk digunakan.

Pengembangan model ini memuat hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan model ,dimulai dari kegiatan studi pendahuluan ,validasi model konseptual oleh pakar, tenaga ahli dan praktisi dan hasil uji coba model konseptual serta  hasil uji coba model operasional. Penyelenggaraan program keaksaraan dasar di Kabupaten Mamasa tidak jauh berbeda dengan daerah lainnya, dimana sebagian besar program dilaksanakan oleh PKBM dan SKB dengan sumber pendanaan menggunakan BOP dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan (Dit. Bindiktara). Sementara dukungan biaya untuk penyelenggaraan program keaksaraan dasar dari pemerintah daerah (APBD) sangat jarang. 

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (2019) jumlah PKBM di Kabupaten Mamasa, mencapai 30 satuan dan 1 SKB. Sejumlah lembaga tersebut, mestinya mampu menekan tingginya angka buta aksara, karena salah satu program utamanya adalah keaksaraan dasar. Selain itu, diberikan bantuan BOP dari pemerintah, tetapi penyelenggaraan program keaksaraan dasar belum mendapatkan hasil yang d iharapkan.

Kata Kunci: Model KD, Tokoh Agama.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.(2016).Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Nomor 02 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Pengembangan Model Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Lexy J. Moleong. (2007. Metodologi Penelitian Kualitatif.Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Saleh Marzuki. (2010). Pendidikan Nonformal Dimensi Dalam Keaksaraan Fungsional, Pelatihan, dan Andragogi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mustofa Kamil. (2011).Pendidikan Nonformal Pengembangan Melalui PKBM di Indonesia. Bandung: Alfabeta.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-04-30

Cara Mengutip

Achmad, I. . A., Asmas, M. A., & Arib, Y. (2022). Model Penyelenggaraan Keaksaraan Dasar Melalui Pelibatan Tokoh Agama. Lifelong Education Journal, 2(1), 11–18. https://doi.org/10.180685/lej.v2i1.43

Terbitan

Bagian

Artikel