Perencanaan Program Pengembangan Kapasitas Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Daarul Mutmainnah
DOI:
https://doi.org/10.59935/lej.v6i2.266Kata Kunci:
Kata Kunci: PKBM, Penguatan, KapasitasAbstrak
Dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), berbagai program pemberdayaan yang diselenggarakan oleh instansi formal dan non-formal telah menjadi sorotan utama. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan salah satu entitas non-formal yang berperan krusial dalam menggali potensi masyarakat agar dapat beradaptasi dengan perkembangan lingkungan. Pengelolaan yang efektif menjadi kunci sukses PKBM dalam menyelenggarakan layanan berkualitas. Pentingnya manajemen ini terkait dengan optimalisasi sumber daya manusia, finansial, dan alam yang tersedia, yang harus dikelola secara efisien. Metode penelitian melibatkan tahapan perencanaan, pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan program. Analisis kebutuhan masyarakat dilakukan untuk menentukan langkah-langkah yang sesuai, sementara observasi dan studi literatur meningkatkan validitas hasil penelitian. PKBM memiliki peran krusial dalam pengembangan masyarakat sebagai lembaga non-formal. Peningkatan kapasitas pengelola PKBM menjadi krusial untuk memastikan kesuksesan program dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Pentingnya manajemen ini terkait dengan optimalisasi sumber daya manusia, finansial, dan alam yang tersedia, yang harus dikelola secara efisien.
Unduhan
Referensi
Creswell, J. W. (2019). Research Design Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif dan Campuran.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Enkhtur, Ariunaa & Tamamoto, Berverley Anne. (2017). Transformatif Learning Theory and its
Application in Higher Education Settings: A Review Paper. Diakses dari
www.ir.library.osaka-u.ac.jp/dsape.
Marzali, A.-. (2016). Menulis Kajian Literatur. Etnosia?: Jurnal Etnografi Indonesia, 1(2), 27.
Https://Doi.Org/10.31947/Etnosia.V1i2.1613
Mezirow, J. (1997). Transformatif Learning: Theory to Practice’, New Directions for Adult and Continuing Education, 74, 5-12. Mezirow, J. (2000). Learning to think like an adult: Core concepts of transformation theory. In J.
Mezirow & Associates (Eds.), Learning as transformation: Critical perspectives on a theory in progress
(pp. 3-33). San Francisco, CA: Jossey-Bass.
Mezirow, J. (2003). Transformative learning as discourse. Journal of Transformative Education, 1(1),
Januari 2003, 58-63.
Martharini, TR., Rasyad A., & Moedzakir. D. (2016). Pengembangan Buku Panduan Pembelajaran
Transformatif Untuk Program Pendampingan Anak Jalanan. Journal of Nonformal Education and Community Empowerment 5 (1), 2016, 1-8.
Miles, B. Matthew dan Huberman, A. Michael, (2007), Analisis data kualitatif, Jakarta: UI-Press.
Morrison Tarrance. (2001). Actionable Learning-A Handbook for Capacity Building Through Case
Based Learning. ADB Institute.
Nairn, S., Chambers, D., Thompson, S., McGarry, J., & Chambers, K. (2012). Reflexivity and
habitus: opportunities and constraints on transformative learning. Nursing Philosophy, 13(3),
–201. doi:10.1111/j.1466769x.2011.00530.x
Sudjana, D. ((2001). Pendidikan Luar Sekolah. Bandung : Fallah Production
Sudjana, (2003), Strategi pengelolaan dan pengembangan pusat kegiatan belajar masyarakat, Makalah
disampaikan pada Rakoor Persiapan dan Penyelenggaraan Backstopping PKB di Solo
Tohani, E. (2022). Pengembangan Kapasitas Inovasi Pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Melalui Pembelajaran Transformatif. Jurnal Ilmu Pendidikan
Nonformal , 425 - 436.
Unesco. (2007). Strengthening community learning centre through linkages and networks: a synthesis
of six country reports. Bangkok: Unesco Asia and Pasific Regional Bureau for Education.
Unesco, CLC management, www.unesdoc.unesco.org diakses pada 20 Maret 2009.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Lifelong Education Journal

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











