Desain Motif dan Produk Turunan Tenun Sukarara dalam Peningkatan Pendapatan Perajin Perempuan

Penulis

  • Ahmad Yani Prodi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Universitas Pendidikan Mandalika, Mataram, Indonesia
  • Tri Wahyuni Prodi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Universitas Pendidikan Mandalika, Mataram, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59935/lej.v6i1.358

Kata Kunci:

produk tenun, desain motif, perajin perempuan

Abstrak

Pelatihan desain motif dan produk turunan tenun Sukarara bertujuan meningkatkan pendapatan perajin perempuan di Kecamatan Sakra Barat. Desa Sukarara dikenal sebagai sentra tenun tradisional Lombok, namun para perajin menghadapi tantangan dalam inovasi produk dan diversifikasi pasar. Metode pelatihan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan sosialisasi, asesmen kebutuhan, pelatihan desain (pengembangan motif dan produk turunan seperti fashion dan homeware), pendampingan produksi, dan pelatihan strategi pemasaran. Peserta terdiri dari 35 perajin perempuan dari lima desa di Kecamatan Sakra Barat. Hasil menunjukkan bahwa setelah pelatihan, peserta mampu menciptakan 8-12 variasi motif baru yang memadukan elemen tradisional dan kontemporer, mengembangkan 15 jenis produk turunan (syal, tas, taplak meja, sarung bantal), dan meningkatkan harga jual produk sebesar 35-50%. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan desain 78% dan keterampilan diversifikasi produk 82%. Pelatihan pemasaran melalui media sosial dan e-commerce menghasilkan 65% peserta membuka kanal penjualan online. Rata-rata pendapatan perajin peserta meningkat 42% dalam tiga bulan setelah pelatihan. Program ini berkontribusi pada pelestarian warisan budaya lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan perajin perempuan melalui inovasi desain kreatif dan strategi perluasan pasar.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Dekranasda Pontianak. (2025). Dorong tren fesyen lokal lewat workshop dan pelatihan tenun 2025. Retrieved from https://pontianakinfo.disway.id/read/18714/dekranasda-pontianak-dorong-tren-fesyen-lokal-lewat-workshop-dan-pelatihan-tenun-2025.

Detik Bali. (2025). Mengenal sentra tenun ikat Lombok di Desa Sukarara. Retrieved from https://www.detik.com/bali/nusra/d-8111795/mengenal-sentra-tenun-ikat-lombok-di-desa-sukarara.

Ejournal Kemendesa. (2023). Pemberdayaan perempuan melalui usaha tenun rakyat: Studi kasus di Nusa Tenggara Timur. Policy Brief Kemendesa, 2(1), 34-52. https://ejournal.kemendesa.go.id/index.php/policybrief/article/view/6.

Hilirisasi LPPM Unand. (2024). Pelatihan inovasi tenun melalui desain kreatif untuk pengembangan produk UMKM. Jurnal Hilirisasi, 6(2), 301-315. https://hilirisasi.lppm.unand.ac.id/index.php/hilirisasi/article/download/817/352.

Info Nasional. (2026). Peningkatan pendapatan penenun Dayak Iban capai 360 persen melalui strategi pemasaran digital. Retrieved from https://www.infonasional.com/peningkatan-pendapatan-penenun-dayak-iban.

IWareBatik. (2020). Desa Tenun Sukarara: Profil dan potensi ekonomi. Retrieved from https://www.iwarebatik.org/sukarara-textile-village-2/?lang=id.

Karya Kreatif Indonesia. (2024). ASDG Ikat: Inovasi produk turunan tenun tradisional. Retrieved from https://www.karyakreatifindonesia.co.id/umkm/asdg-ikat/91664.

Karya Kreatif Indonesia. (2024). Padu padan tenun: Tren fashion berbasis kearifan lokal. Retrieved from http://www.karyakreatifindonesia.co.id/umkm/padu-padan-tenun.

LPKD. (2026). Pengembangan inovasi desain tenun sebagai produk ekonomi kreatif berkelanjutan. Jurnal Pengabdian Masyarakat LPKD, 8(1), 45-62. https://pkm.lpkd.or.id/index.php/Unggulan/article/view/3056.

Lombok Experience. (2025). Kampung Tenun Sukarara: Warisan budaya yang mendunia. Retrieved from https://lombokexperience.com/artikel/kampung-tenun-sukarara/.

Media Indonesia. (2025). FEB UI: Tenun Sembalun harus jadi produk kreatif dan media pelestarian identitas budaya. Retrieved from https://mediaindonesia.com/humaniora/823806/feb-ui-tenun-sembalun-harus-jadi-produk-kreatif-dan-media-pelestarian-identitas-budaya.

Pekobis. (2024). Peran perempuan pengrajin tenun ikat dalam meningkatkan kemandirian dan pendapatan di Dusun Tibusala Desa Pringgasela Timur. Jurnal Pekobis, 9(3), 145-160. https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/Pekobis/article/view/40164.

Politeknik STTT Bandung. (2022). Pengabdian kepada masyarakat: Pelatihan tenun etnis lokal untuk pemberdayaan perempuan. Retrieved from https://stttekstil.ac.id/pengabdian-kepada-masyarakat/.

Repository Universitas Mataram. (2019). Peningkatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mendukung pengembangan tenun di Desa Sukarara. Abdi Insani, 6(3), 234-248. https://abdiinsani.unram.ac.id/index.php/jurnal/article/view/283.

Sino Finetex. (2026). Inovasi kain: Masa depan tekstil untuk tahun 2026. Retrieved from https://sinofinetex.com/jw/fabric-innovations-the-future-of-textiles-for-2026/.

Tribun Lombok. (2025). Desa Sukarara, pusat tenun tradisional Lombok yang wajib dikunjungi. Retrieved from https://lombok.tribunnews.com/2025/01/12/desa-sukarara-pusat-tenun-tradisional-lombok-yang-wajib-dikunjungi.

Tribun Shopping. (2025). 5 rekomendasi produk tenun karya UMKM di Cenderaloka: Bahan dan kualitas terbaik. Retrieved from https://shopping.tribunnews.com/2025/12/04/5-rekomendasi-produk-tenun-karya-umkm-di-cenderaloka-bahan-dan-kualitas-terbaik.

UM Metro. (2024). Tim pengabdian RisetMu UM Metro gelar pelatihan batik ecoprint dan digital marketing bagi Nasyiatul Aisyiyah. Retrieved from https://fkip.ummetro.ac.id/tim-pengabdian-risetmu-um-metro-gelar-pelatihan-batik-ecoprint-dan-digital-marketing-bagi-nasyiatul-aisyiyah/.

Welvaart UHO. (2024). Bantuan sosial pemerintah desa untuk perempuan pengrajin tenun: Studi pemberdayaan ekonomi. Jurnal Welvaart, 3(2), 112-128. https://welvaart.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/31.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-06-09

Cara Mengutip

Yani, A. ., & Wahyuni, T. (2026). Desain Motif dan Produk Turunan Tenun Sukarara dalam Peningkatan Pendapatan Perajin Perempuan. Lifelong Education Journal, 6(1), 1–8. https://doi.org/10.59935/lej.v6i1.358

Terbitan

Bagian

Artikel