Inovasi Produk Tenun Tradisional Berbasis Kearifan Lokal
DOI:
https://doi.org/10.59935/lej.v6i1.414Kata Kunci:
woven products, innovation, local cultureAbstrak
Tenun tradisional merupakan salah satu bentuk warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, sosial, ekonomi, dan pendidikan bagi masyarakat. Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, merupakan salah satu pusat kerajinan tenun Suku Sasak yang hingga saat ini masih mempertahankan tradisi menenun secara turun-temurun. Namun, perkembangan industri modern menyebabkan pengrajin menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan inovasi desain, persaingan produk tekstil modern, keterbatasan pemasaran, serta rendahnya diversifikasi produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan tenun tradisional Sukarara melalui kegiatan observasi, pelatihan desain kontemporer, dan diversifikasi produk sebagai strategi meningkatkan nilai budaya dan ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah masyarakat pengrajin tenun Desa Sukarara yang terlibat dalam proses produksi dan pengembangan produk tenun. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan tenun Sukarara melalui inovasi desain dan diversifikasi produk mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mempertahankan identitas budaya sekaligus mengikuti perkembangan pasar. Tenun tidak hanya menjadi produk kerajinan, tetapi juga menjadi media pembelajaran berbasis budaya lokal yang mampu meningkatkan keterampilan, kreativitas, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian budaya masyarakat Sasak.
Unduhan
Referensi
Apriawan, L. D., Nurjannah, S., & Inderasari, O. P. (2020). Peran Modal Sosial Sebagai Strategi Dalam Pengembangan Indutri Kerajinan Tenun Di Desa Sukarara Kabupaten Lombok Tengah. Journal of Urban Sociology, 3(1), 49-64.
Kelompok 1. (2026). Laporan Observasi Belajar dan Pembelajaran UMKM (Tenun) di Desa Sukarara Lombok Tengah. Program Studi Pendidikan Masyarakat, Universitas Pendidikan Mandalika.
Mahyuningsih, A., Wirawan, P. E., & Yani, N. W. M. S. A. (2024). Strategi Pemasaran Desa Wisata Sukarara dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan. Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis, 3(7), 1119-1124.
Priyadi, A. (2015). Keragaman tumbuhan sebagai pewarna pada kerajinan tenun suku Sasak: Studi kasus di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. In Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia.
Tilaar, H. A. R. (2012). Pendidikan, Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yani, A., & Wahyuni, T. (2026). Desain Motif dan Produk Turunan Tenun Sukarara dalam Peningkatan Pendapatan Perajin Perempuan. Lifelong Education Journal, 6(1), 1-8.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Lifelong Education Journal

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











