Strategi Pemberdayaan Pemuda Desa melalui Pariwisata Berbasis Masyarakat sebagai Upaya Pencegahan Migrasi Tenaga Kerja ke Luar Negeri: Studi Kasus Aranka Tempasan Homestay, Kabupaten Lombok Timur

Penulis

  • Tri Wahyuni Universitas Pendidikan Mandalika Mataram
  • Ahmad Yani Universitas Mandalika
  • Muhammad Arief Rizka Universitas Mandalika
  • Lukmanul Hakim Universitas Mandalika

DOI:

https://doi.org/10.59935/lej.v6i2.415

Kata Kunci:

Kata Kunci: pemberdayaan pemuda, pariwisata berbasis masyarakat, pencegahan migrasi, perlindungan sosial

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemberdayaan pemuda desa melalui pariwisata berbasis masyarakat serta menguji efektivitasnya sebagai upaya pencegahan migrasi tenaga kerja ke luar negeri. Kajian dilakukan di Aranka Tempasan Homestay, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, sebuah wilayah yang secara historis dikenal sebagai kantong pekerja migran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam informan kunci, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan dijalankan melalui empat jalur utama, yaitu pelibatan kerja secara langsung, pelatihan vokasional berbasis praktik, partisipasi pemuda dalam pengambilan keputusan, dan integrasi budaya lokal ke dalam layanan wisata. Strategi tersebut melibatkan empat belas pemuda secara reguler dan hingga dua puluh lima pemuda pada musim kunjungan tinggi. Program ini terbukti menggeser orientasi kerja pemuda, ditandai dengan lima pemuda yang membatalkan rencana keberangkatan sebagai pekerja migran. Efek pengganda ekonomi dirasakan sedikitnya empat puluh kepala keluarga yang tergabung dalam rantai pasok wisata. Hambatan utama berupa fluktuasi kunjungan, keterbatasan sarana, dan lemahnya infrastruktur pendukung. Penelitian menyimpulkan bahwa pariwisata berbasis masyarakat berfungsi sebagai instrumen perlindungan sosial preventif bagi pemuda desa di wilayah rentan migrasi.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

REFERENSI

Becker, G. S. (1993). Human capital: A theoretical and empirical analysis (3rd ed.). University of Chicago Press.

Giampiccoli, A., & Saayman, M. (2018). Community-based tourism development model and external organisations' role: A theoretical perspective. Worldwide Hospitality and Tourism Themes, 10(2), 199–216.

Handayani, S., Arismunandar, A., & Nur, M. (2022). Pendekatan bottom-up dalam pengelolaan homestay sebagai upaya pengentasan kemiskinan di desa wisata. Jurnal Pariwisata Terapan, 6(1), 45–58.

Hugo, G., Abbot, L., & Taylor, S. (2019). The dynamics of international migration and sustainable development in Southeast Asia. Routledge.

Ife, J., & Tesoriero, F. (2008). Community development: Alternatif pengembangan masyarakat di era globalisasi. Pustaka Pelajar.

Lestari, P. S. (2022). Partisipasi komunitas dalam pengelolaan homestay dan dampaknya terhadap retensi tenaga kerja muda di perdesaan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(2), 210–225.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Nugroho, A. (2022). Penguatan agensi personal pemuda desa dalam menghadapi tekanan migrasi internasional: Studi kasus desa wisata. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 10(3), 155–170.

Prabowo, H. (2021). Analisis disparitas upah dan ekspektasi pendapatan pekerja migran asal Nusa Tenggara Barat. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 29(1), 33–47.

Prasetyo, B. (2019). Dampak pengembangan desa wisata terhadap peningkatan PDRB dan kesejahteraan masyarakat lokal di Jawa Tengah. Jurnal Ekonomi Wilayah, 14(2), 88–102.

Putnam, R. D. (1993). The prosperous community: Social capital and public life. The American Prospect, 13, 35–42.

Rahmawati, E., Zulkarnain, Z., & Wijaya, K. (2023). Strategi pemberdayaan masyarakat berbasis kolektivitas dalam membangun kemandirian ekonomi desa. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 12–28.

Saputra, R., Hidayat, M., & Utami, T. (2023). Pariwisata kreatif sebagai instrumen retensi tenaga kerja muda di wilayah kantong migran. Jurnal Studi Pemuda, 12(2), 140–156.

Schultz, T. W. (1961). Investment in human capital. The American Economic Review, 51(1), 1–17.

Setiawan, I. (2023). Efektivitas literasi keuangan dan pelatihan kewirausahaan pada keluarga pekerja migran di Indonesia Timur. Jurnal Manajemen dan Keuangan, 11(1), 75–92.

Suansri, P., & Giampiccoli, A. (2020). Community-based tourism: From theory to practice. Journal of Excellence in Tourism and Hospitality, 3(1), 1–15.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic development (13th ed.). Pearson Education.

Widiastuti, N., Kurniawan, A., & Sari, D. P. (2021). Pemberdayaan perempuan dalam industri kerajinan di daerah asal pekerja migran Nusa Tenggara Barat. Jurnal Analisis Sosial, 25(2), 115–130.

Wijaya, K., Kusuma, A., & Putra, D. (2020). Penguatan modal sosial dalam implementasi community-based tourism di destinasi lokal. Jurnal Perhotelan dan Pariwisata, 10(3), 201–215.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-10-31

Cara Mengutip

Wahyuni, T., Yani, A., Rizka, M. A., & Hakim, L. (2026). Strategi Pemberdayaan Pemuda Desa melalui Pariwisata Berbasis Masyarakat sebagai Upaya Pencegahan Migrasi Tenaga Kerja ke Luar Negeri: Studi Kasus Aranka Tempasan Homestay, Kabupaten Lombok Timur. Lifelong Education Journal, 6(2), 98–110. https://doi.org/10.59935/lej.v6i2.415

Terbitan

Bagian

Artikel